Menurutmu?

"Menurutmu? Mengapa aku begini? Seperti daun yang terbang ketika ada angin datang dan diam ketika angin menghilang?"
"Aku tidak tahu. Aku tidak tahu."
"Menurutmu? Mengapa aku begini? Seperti seorang anjing pengendus yang tidak memiliki hidung yang berfungsi normal, memiliki mata tetapi kehilangan satu-satunya indera yang bekerja dengan baik?"
"Aku mengerti. Aku mengerti."
"Oh ya? Seperti seorang ibu mengerti anaknya yang sedang melahirkan?"
"Tidak. Tidak seperti itu."
"Jadi? Maksudmu?"
"Aku mengerti kamu, bukan mengerti penderitaanmu."
"Bagaimana kamu mengerti aku ketika aku tidak mengerti diriku sendiri? Bagaimana seseorang mencintai orang yang lain ketika orang tersebut tidak mencintai dirimu sendiri?"
"Aku mengenalmu. Aku kenal seorang Lucinda. Lucinda-ku."
"Aku bukan Lucinda yang kamu kenal. Lucinda yang itu adalah kepribadianku yang lain, Lucinda yang itu adalah seseorang yang datang ketika aku tidak ingin dikenal oleh orang lain. Aku yang sekarang tidak bernama, tidak memiliki pembeda. Aku adalah aku. Kepribadianku berubah-ubah. Lucinda hanyalah karakter yang aku buat."
"Lalu selama ini siapa yang aku kenal?"
"Kamu tidak kenal siapa-siapa."
"Mengapa bisa begitu?"
"Menurutmu? Selama ini Lucinda selalu berperan, padahal dia bukan siapa-siapa, dia tidak berkarakter. Dia hanyalah seseorang yang aku jadikan perisai, dia tidak memiliki karakter apapun, aku menjadikan dia apapun yang aku inginkan. Selama ini kamu mencintai seseorang yang tidak ada."
"Jadi kamu siapa?"
"Aku adalah angin. Aku adalah sinar dipagi hari. Aku adalah malam gelap tanpa bintang. Aku adalah ikan di laut. Aku adalah wangi kayu dipagi hari. Aku adalah kabut di gunung. Aku adalah pasir di pantai. Aku adalah aku, dan kamu tidak bisa beritahu siapa aku harus menjadi."
"Apakah kamu akan pergi dan meninggalkanku?"
"Tanya kepada dirimu sendiri, apakah aku pernah disini?"